Mugabe Sebut Warga Desa Tak Butuh Dollar, Zimbabwe Akhirnya Dilanda Krisis Panjang -->
Cari Berita

Mugabe Sebut Warga Desa Tak Butuh Dollar, Zimbabwe Akhirnya Dilanda Krisis Panjang

tuntas.info


TUNTAS — Mantan Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe, saat masih menjabat pernah menyatakan bahwa masyarakat pedesaan Zimbabwe tidak membutuhkan dolar Amerika Serikat (AS) untuk bertahan hidup. Pernyataan itu muncul di tengah kebijakan pemerintah yang menolak dominasi mata uang asing dan mendorong penggunaan mata uang lokal di negara tersebut.

Dalam berbagai pidato pada era krisis ekonomi akhir 2000-an hingga 2010-an, Mugabe menilai warga desa masih bisa hidup dari hasil pertanian dan sistem ekonomi tradisional tanpa bergantung pada dolar AS. Pemerintah saat itu juga beberapa kali menyalahkan sanksi Barat sebagai penyebab utama runtuhnya ekonomi Zimbabwe.

Namun kondisi di lapangan menunjukkan situasi berbeda. Krisis ekonomi berkepanjangan membuat inflasi Zimbabwe melonjak tajam hingga masuk kategori hiperinflasi terburuk di dunia. Pada 2008, tingkat inflasi Zimbabwe diperkirakan mencapai miliaran persen dan pemerintah sampai mencetak uang pecahan 100 triliun dolar Zimbabwe.

Akibat jatuhnya nilai mata uang lokal, masyarakat kesulitan membeli kebutuhan pokok. Banyak toko kosong, pengangguran meningkat, dan warga harus membawa setumpuk uang hanya untuk membeli makanan sehari-hari. Di sejumlah desa, sistem barter kembali digunakan karena uang lokal hampir tidak bernilai.

Pada 2009, Reuters merilis pemerintah Zimbabwe akhirnya mengizinkan penggunaan dolar AS dan rand Afrika Selatan untuk menstabilkan ekonomi nasional. Kebijakan tersebut sempat menekan inflasi dan memperbaiki aktivitas perdagangan.

Meski demikian, warisan krisis ekonomi era Mugabe masih terasa hingga kini. Banyak warga Zimbabwe tetap lebih percaya menyimpan dolar AS dibanding mata uang lokal karena trauma terhadap hiperinflasi dan jatuhnya tabungan masyarakat pada masa lalu. (*)