TUNTAS - Selain menghadapi kelangkaan solar di SPBU yang menyebabkan atrean panjang, masyarakat Sumatera kembali diuji.
Harga sawit yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat terus merosot, di sisi lain listrik juga sempat padam massal melumpuhkan aktivitas warga di berbagai daerah di Sumatera.
Dalam sepekan terakhir, harga TBS sawit di sejumlah wilayah Sumatera mengalami penurunan.
Di Dharmasraya, Sumatera Barat, harga sawit disebut anjlok drastis dari Rp3.180 menjadi Rp2.430/kg hanya dalam sehari. Begitu juga di Jambi, harga sawit terjun dari Rp 3.250 di tingkat petani, menjadi Rp 2.500.
Turunnya harga CPO terjadi setelah Presiden Prabowo membuat aturan bahwa ekapor CPO harus lewat satu pintu yakni BUMN.
Akibatnya, petani yang sebelumnya masih bisa bernapas lega meski harga pupuk meroket sejak perang timur tengah, kini mulai resah. Hal ini akan berdampak kepada daya beli.
Belum selesai persoalan ekonomi, masyarakat juga dihantam pemadaman listrik massal pada Jumat malam. Gangguan sistem transmisi 275 kV menyebabkan blackout di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau hingga Jambi.
Di media sosial, banyak warga mengeluhkan panas, kesulitan mengisi daya ponsel, hingga aktivitas usaha yang lumpuh. Sebagian bahkan terpaksa “mengungsi” ke kafe dan hotel demi mendapatkan listrik. (*)

