TUNTAS - Gas bumi produksi Wilayah Kerja (WK) Jabung yang dioperasikan PetroChina International Jabung Ltd di Provinsi Jambi menjadi salah satu pemasok energi untuk Singapura melalui jaringan pipa transmisi bawah laut.
Penyaluran gas tersebut dilakukan melalui sistem transmisi yang terhubung ke jaringan pipa West Natuna Transportation System (WNTS) dan Grissik–Singapura yang mengalirkan gas dari Sumatra menuju Singapura melewati Selat Malaka.
Menurut data SKK Migas dan PetroChina, sebagian gas dari WK Jabung dipasok untuk kebutuhan domestik Indonesia, sementara sebagian lainnya dialokasikan untuk ekspor sesuai kontrak jangka panjang yang telah berjalan sejak awal 2000-an.
Infrastruktur Pipa Bawah Laut Gas dari lapangan PetroChina di Jambi terlebih dahulu diproses di fasilitas Betara Gas Plant di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, North Geragai Gas Plant di Tanjung Jabung Timur
Selanjutnya gas dialirkan melalui jaringan pipa transmisi Sumatra menuju Batam dan diteruskan ke Singapura menggunakan pipa bawah laut lintas negara.
Sistem pipa tersebut menjadi salah satu jalur energi strategis Asia Tenggara karena menopang kebutuhan listrik dan industri di Singapura.
Vice President Operations PetroChina International Jabung Ltd, Khostarosa Andika Jaya, dalam wawancara media pada November 2025 di Jambi menyebut WK Jabung merupakan salah satu produsen rich gas terbesar di Indonesia.
“Produksi gas Jabung menjadi bagian penting dalam mendukung energi nasional maupun pemenuhan kontrak ekspor,” ujarnya dalam kunjungan media ke fasilitas PetroChina, 27 November 2025.
PetroChina menargetkan produksi gas mencapai sekitar 143 MMSCFD pada 2026, termasuk pasokan untuk industri domestik, pembangkit listrik, LPG, dan kontrak ekspor regional. (*)

