Ini Untung dan Ruginya Saat Rupiah Melemah -->
Cari Berita

Ini Untung dan Ruginya Saat Rupiah Melemah

tuntas.info


TUNTAS - Ketika nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat, dampaknya tidak hanya terasa di pasar keuangan, tetapi juga langsung menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari. Para ekonom menilai pelemahan rupiah bisa memicu tekanan berlapis terhadap ekonomi nasional, mulai dari kenaikan harga barang hingga melambatnya investasi.

Ekonom Senior Faisal Basri pernah menjelaskan bahwa pelemahan rupiah membuat biaya impor meningkat karena transaksi perdagangan internasional mayoritas menggunakan dolar AS.

Akibatnya, harga barang impor maupun bahan baku industri ikut naik. Kondisi itu kemudian mendorong inflasi dan menekan daya beli masyarakat.

Hal senada disampaikan Bhima Yudhistira yang menilai sektor paling cepat terdampak biasanya adalah pangan, energi, dan industri manufaktur. Banyak industri di Indonesia masih bergantung pada bahan baku impor, sehingga ketika dolar naik, biaya produksi otomatis ikut membengkak.

“Ujungnya harga barang di tingkat konsumen naik,” kata Bhima dalam sejumlah analisis ekonomi nasional.

Pelemahan rupiah juga berdampak terhadap utang luar negeri pemerintah maupun swasta. Ekonom Josua Pardede menjelaskan bahwa pembayaran cicilan utang dan bunga dalam dolar menjadi lebih mahal ketika rupiah tertekan. Beban anggaran negara maupun perusahaan dapat meningkat jika pelemahan berlangsung lama.

Di sektor energi, dampaknya lebih sensitif lagi. Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan BBM dan LPG. Ketika rupiah melemah, biaya impor energi naik dan berpotensi menambah beban subsidi pemerintah. Jika subsidi tak mampu menahan tekanan, harga BBM dan tarif energi bisa ikut naik.

Namun di sisi lain, pelemahan rupiah tidak selalu buruk bagi semua sektor. Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai eksportir justru bisa memperoleh keuntungan lebih besar karena pendapatan mereka dalam dolar meningkat saat dikonversi ke rupiah. Sektor sawit, batu bara, dan komoditas ekspor lainnya biasanya mendapat dorongan keuntungan ketika kurs dolar menguat.

Meski begitu, para pakar mengingatkan bahwa pelemahan rupiah yang terlalu tajam tetap berbahaya bagi stabilitas ekonomi. Investor asing cenderung menarik dana dari pasar berkembang jika nilai tukar tidak stabil. Akibatnya, pasar saham tertekan dan investasi bisa melambat.

Bank Indonesia sendiri biasanya merespons pelemahan rupiah melalui intervensi pasar valuta asing, penguatan suku bunga, serta menjaga pasokan dolar di pasar domestik agar gejolak tidak semakin dalam.

Bagi masyarakat kecil, dampak yang paling terasa biasanya muncul dalam bentuk kenaikan harga kebutuhan sehari-hari. Mulai dari pangan, elektronik, obat-obatan, hingga ongkos transportasi dapat terdorong naik jika pelemahan rupiah berlangsung berkepanjangan. (*)